Mentari telah pergi,larut menuai gelap,sebenarnya aku ingin menulis diatas senja merah sore tadi,tapi yang ada hanya butir-butir gerimis dan awan yang sesekali menghitamkan langit,kau tau senjaku selalu dibasahi jelaganya..
Aku hanya bisa mencari tempat rindang,oh iya..kau ingat pohon tua itu?tempat dimana kita pernah sama-sama gelisah,kutuliskan saja disitu,perlahan dalam ingatan...
Seharusnya tak ada jejarak lagi diatas sunyi ini,kau tau rindu ini tak ingin diam,do'aku telah kubentangkan dihamparan semesta,diantara tetesan hujan dan sepertiga malam...
Barangkali ini bukan isyarat cinta sesaat,bukan juga rahasia pada gemerisik dedaunan...
Ini telaga pengembara,utuh..yang melantunkan ayat-ayat dikeheningan pada dinginnya malam,pada detik yang begitu sunyi,dimana akan kubangun istana,surga yang sederhana..untukmu
Pada sunyi kutitip resah,dilangit kugantung mendung,tak ingin jatuh air hujan gelisah
Tak ingin rindu mengombak,menggulung,dalam tilam sunyi menanti rindu tak bertepi
Dalam hening yang bisu kunanti lembut sapamu
Menghitung hari bersamamu
Sunyi seakan begitu lekat pada waktu
Mendekap kegalauan yang bersembunyi digigil hari
Bersama geliat angin,kucari jejak rindumu,ditiap sudut reruang musim
Agar sebelum senja melipat hari,dapat kulukis selarik pelangi •*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Desember 2010
Sabtu, 04 Desember 2010
˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠·˙Adalah kau˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠·˙
Kalau ada seseorang yang harus kubenci di dunia ini adalah kau. Yang telah mencuri perhatianku dari cinta yang teramat besar kepada Rabb-ku.
Kalau ada yang sangat ingin kulindungi di dunia ini adalah kau, yang melindungi kehormatanmu hanya untuk Rabb-mu. Sungguh aku tak ingin mengenalmu bila Rabb-ku tak mengenalkanmu padaku. Bila kau temukan aku dalam istikharahmu maka adukan aku pada Rabb-ku,Rabb-kita, Rabb pemilik alam semesta beserta isinya. Jika mencintaimu adalah dosa besar maka aku adalah seorang pendosa besar, padahal tak pernah sedikitpun cintaku berkurang pada-Nya, namun tak berkurang juga sayangku padamu. Aku ingin mencintaimu hanya karena aku mencintai-Nya. Maka bila kau tak keberatan cintailah aku semata-mata karena kau hanya mencintai Allah dan rasul-Nya. Sungguh Allah itu mencintai hamba-Nya yang mencintai-Nya. Tak usah kau bagi cintamu yang begitu besar pada-Nya untukku. Biarkan Allah yang memberikan cinta-Nya untukku yang berasal darimu. Bila harus aku menyentuhmu maka aku akan menyentuhmu seizin Tuhanku, Tuhanmu yang membuat kita halal untuk saling menyayangi. Teruntuk yang tak ingin kusentuh sebelum kau halal untukku. Maka katakan padaku kalau kau halal bagiku setelah akadku atasmu di hadapan Allah..
Kalau ada yang sangat ingin kulindungi di dunia ini adalah kau, yang melindungi kehormatanmu hanya untuk Rabb-mu. Sungguh aku tak ingin mengenalmu bila Rabb-ku tak mengenalkanmu padaku. Bila kau temukan aku dalam istikharahmu maka adukan aku pada Rabb-ku,Rabb-kita, Rabb pemilik alam semesta beserta isinya. Jika mencintaimu adalah dosa besar maka aku adalah seorang pendosa besar, padahal tak pernah sedikitpun cintaku berkurang pada-Nya, namun tak berkurang juga sayangku padamu. Aku ingin mencintaimu hanya karena aku mencintai-Nya. Maka bila kau tak keberatan cintailah aku semata-mata karena kau hanya mencintai Allah dan rasul-Nya. Sungguh Allah itu mencintai hamba-Nya yang mencintai-Nya. Tak usah kau bagi cintamu yang begitu besar pada-Nya untukku. Biarkan Allah yang memberikan cinta-Nya untukku yang berasal darimu. Bila harus aku menyentuhmu maka aku akan menyentuhmu seizin Tuhanku, Tuhanmu yang membuat kita halal untuk saling menyayangi. Teruntuk yang tak ingin kusentuh sebelum kau halal untukku. Maka katakan padaku kalau kau halal bagiku setelah akadku atasmu di hadapan Allah..
Rabu, 27 Oktober 2010
Mimpi Pernikahan Langit..
Pernikahan langit,itulah munajatku disela sunyi,saat seorang perempuan menggunting lajangku,ia akan kuajak mengayam hujan,walau gemuruh berhamburan,meski pesta cinta memang tak bersuara,ingin kutitipkan ilmu disetiap bibir isteriku,,agar kehormatannyadijaga,pastilahkutaburkan do'a disetiap helai rambutnya,agar cahaya kesetiaan memayungi jiwanya,kutancapkan janji dalam hati,engkaulah percikan Ilahi yang menyempurnakan Asmaul Husna dengan kemesraan,lalu kita bermain di taman,dengan segala permohonan cinta..Yaa Maha Cinta,himpun aku dari yang terserak,berikan insan-Mu yang berhias akhlak,Cinta yang berdo'a,jiwa yang bersemayam Iman,,
Seperti mengutus merpati bisu,mengirim luka pada kata yang takjua beranjak di ujung kenangan pagi..Rahasia kata yang tersembunyi selalu ada pada-Mu,semoga ragu terurai di taman teduh,yang menebar harum pada rerumputan yang dibasahi embun,seperti hati ini,seperti do'a yang selalu kudekap,untukmu..
Hening pagiku bersama tetes embun bersama letih dan kegamangan yang entah kubawa dari malam atau sudut ingatan yang mana..
Sabtu, 25 September 2010
Cinta 4
Cinta itu ...
Getar dan rasanya ...
Tembus ruang dan waktu ...
Tembus jarak ...
Bahkan dimensi ...
Menembus semua dimensi rasa yg pernah ada
Bahkan ketika orang yang kita sayangi lebih dulu pergi
Getar cinta kita dalam bentuk doa akan tembus ke kealam barzah ...
Sungguh sebuah kata sederhana berkekuatan samudera
Energinya... mampu membangkitkan yang tak berdaya
Bahkan meluluhkan benteng hati pendurhaka
Menghidupkan rasa ... yang telah mati ...
Dan mengubah perang menjadi singgasana cinta
Bahkan .. memberi jalan atas setiap kesempitan dan kesulitan... yang dihadapi...
Menghidupkan pelangi dihati setiap insani
Memberikan semburat jingga diindahnya langit senja
Getar dan rasanya ...
Tembus ruang dan waktu ...
Tembus jarak ...
Bahkan dimensi ...
Menembus semua dimensi rasa yg pernah ada
Bahkan ketika orang yang kita sayangi lebih dulu pergi
Getar cinta kita dalam bentuk doa akan tembus ke kealam barzah ...
Sungguh sebuah kata sederhana berkekuatan samudera
Energinya... mampu membangkitkan yang tak berdaya
Bahkan meluluhkan benteng hati pendurhaka
Menghidupkan rasa ... yang telah mati ...
Dan mengubah perang menjadi singgasana cinta
Bahkan .. memberi jalan atas setiap kesempitan dan kesulitan... yang dihadapi...
Menghidupkan pelangi dihati setiap insani
Memberikan semburat jingga diindahnya langit senja
Jumat, 24 September 2010
Cinta 3
“Dan aku akan mencintaimu…” Takkan lagi ku pedulikan,Lantunan irama masa dan nama nama tahun, Sementara airmata laut mengering, Lalu membakar hutan hati
Cinta takkan berhenti mengalir sungai, Takkan menghentikan denyut jantung, Dimana cinta tanpa dinding, Dan katakata tanpa dinding Dan mimpi tanpa dinding
Dalam sejarah mawar, Dalam sejarah puisi, Bagaimana aku, mencintaimu dalam segala, Dalam layu dedaun kuning mengering, Dalam bening basah tetes bulir hujan, Cinta mengajariku menampung, Bagaimana rembulan mengembang duka, Mengajariku melihat pekat di bibir malam
“Ajari aku cinta …” Menangis tanpa menangis, Mengajariku bagaimana tidur kesedihan, Memerikan reranum katakata hati, Seperti kerlip pecahan kristal tua
Rabu, 22 September 2010
Untukmu ^^
Assalamu 'alaikum warahmatullah,
Bismillahirrahmanirrohim, semoga Allah selalu memberikanmu perlindungan dan Rahmat-Nya.
Aku tidak tahu dari mana harus memulai menuliskan beberapa rumpun kalimat buatmu, Aku juga tidak tahu ketulusanku ini akan mendapat sambutanmu,tapi aku tiada pedulikan itu,yang pasti, aku hanya ingin engkau tahu..kukirimkan ini bukan bermaksud buruk. tapi tubuh ini terasa berat untuk menghampirimu,
Bersama ini aku ingin menyampaikan bahwa aku sangat merindukanmu. Seperti aku sangat merindukan nikmatnya memuji Rabb-ku, Maafkan kelancanganku, tapi cinta ini sudah tak terbendung. Tiada yang mampu menyaingi perasaan cinta ini, selain pada Rabb-ku.
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia,Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-Nya di atas Arasy..
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah,menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasul-Nya,dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,waktu terasa begitu cepat,,
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah,kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi,membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya,Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia,alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran,,
Saat engkau merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah,memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas,menjadi media amal dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah,Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki,harmonis pada keabadian melalui kekasih yang mencintai,karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi,,
Begitu besar cinta ini, hingga aku berniat mencarimu didalam Istikharah-ku. Sungguh dahsyatnya pesonamu, hingga kau mengaburkan pandangan dunia dari mataku. Satu pesanku untukmu,janganlah kau sia-siakan hidupmu untuk mencari kebahagiaan dunia, kebahagiaan dunia yang sesungguhnya hanyalah perasaan semu yang diciptakan oleh diri kita sendiri. Mengapa tidak kau cari kebahagiaan yang hakiki? Yang sangatlah indah dan tidak pernah rusak, yang menjanjikan dan abadi. Aku berharap kau akan mencariku didalam Istikharahmu.Engkaulah bidadari duniaku,seperti kata Rasul kita : “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
“Karena apa engkau lebih utama daripada mereka?”
“Karena shalatmu, puasamu dan ibadahmu kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajahmu,berbahagialah orang yang memilikimu,
Andaikan saja kau mengetahuinya, bahwasanya jika ada yang berhak memilikimu, pastinya hanyalah Allah yang berhak. Jika ada yang berhak memiliki cintamu, pastinya hanyalah Allah yang pantas. Dan jika ada yang berhak memiliki hatimu, hanya Allah dan kau saja yang tahu. Sesungguhnya aku sangat mendambakanmu, seperti aku mendambakan Cinta Rabb-ku, yang pada akhirnya engkau menjadi pelabuhan bahteraku, yang aku akan merasa tenang,menemani jiwaku yang diliputi kecemasan dan ketakutan akan dalam dan dahsyatnya gelombang samudra kehidupan, Aku memuji Allah dengan sebanyak-banyak pujian kepada-Nya, dan semoga Dia memberkahi hari-hari kita nanti,dalam suka maupun duka,saling mencintai karena Allah dan untuk Allah,
Sekali lagi maafkanlah kelancanganku. Semoga Allah selalu menjagamu untukku,
Wassalamu'alaikum warahmatullah,,
Bismillahirrahmanirrohim, semoga Allah selalu memberikanmu perlindungan dan Rahmat-Nya.
Aku tidak tahu dari mana harus memulai menuliskan beberapa rumpun kalimat buatmu, Aku juga tidak tahu ketulusanku ini akan mendapat sambutanmu,tapi aku tiada pedulikan itu,yang pasti, aku hanya ingin engkau tahu..kukirimkan ini bukan bermaksud buruk. tapi tubuh ini terasa berat untuk menghampirimu,
Bersama ini aku ingin menyampaikan bahwa aku sangat merindukanmu. Seperti aku sangat merindukan nikmatnya memuji Rabb-ku, Maafkan kelancanganku, tapi cinta ini sudah tak terbendung. Tiada yang mampu menyaingi perasaan cinta ini, selain pada Rabb-ku.
Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia,Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-Nya di atas Arasy..
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah,menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasul-Nya,dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,waktu terasa begitu cepat,,
Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah,kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi,membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya,Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia,alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran,,
Saat engkau merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah,memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas,menjadi media amal dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah,Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki,harmonis pada keabadian melalui kekasih yang mencintai,karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi,,
Begitu besar cinta ini, hingga aku berniat mencarimu didalam Istikharah-ku. Sungguh dahsyatnya pesonamu, hingga kau mengaburkan pandangan dunia dari mataku. Satu pesanku untukmu,janganlah kau sia-siakan hidupmu untuk mencari kebahagiaan dunia, kebahagiaan dunia yang sesungguhnya hanyalah perasaan semu yang diciptakan oleh diri kita sendiri. Mengapa tidak kau cari kebahagiaan yang hakiki? Yang sangatlah indah dan tidak pernah rusak, yang menjanjikan dan abadi. Aku berharap kau akan mencariku didalam Istikharahmu.Engkaulah bidadari duniaku,seperti kata Rasul kita : “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
“Karena apa engkau lebih utama daripada mereka?”
“Karena shalatmu, puasamu dan ibadahmu kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajahmu,berbahagialah orang yang memilikimu,
Andaikan saja kau mengetahuinya, bahwasanya jika ada yang berhak memilikimu, pastinya hanyalah Allah yang berhak. Jika ada yang berhak memiliki cintamu, pastinya hanyalah Allah yang pantas. Dan jika ada yang berhak memiliki hatimu, hanya Allah dan kau saja yang tahu. Sesungguhnya aku sangat mendambakanmu, seperti aku mendambakan Cinta Rabb-ku, yang pada akhirnya engkau menjadi pelabuhan bahteraku, yang aku akan merasa tenang,menemani jiwaku yang diliputi kecemasan dan ketakutan akan dalam dan dahsyatnya gelombang samudra kehidupan, Aku memuji Allah dengan sebanyak-banyak pujian kepada-Nya, dan semoga Dia memberkahi hari-hari kita nanti,dalam suka maupun duka,saling mencintai karena Allah dan untuk Allah,
Sekali lagi maafkanlah kelancanganku. Semoga Allah selalu menjagamu untukku,
Wassalamu'alaikum warahmatullah,,
Senin, 20 September 2010
Engkaulah Cinta..
Pernahkah sesaat kau fikirkan,
Mana mungkin Rembulan ada tanpa Matahari ?
Mana mungkin Matahari mendahului Rembulan ?
Cinta,
Pernahkah sesaat dikau renungkan,
Mana mungkin ”tulang rusuk”ada tanpa ”rongga dada” ?
Mana mungkin rumah ada tanpa ada yang mendirikannya ?
Cinta,
Pernahkah sesaat dikau dengarkan,
Bahwa bintang-bintang di langit senantiasa bernyanyi riang,
Mana mungkin ”Ikan” mengada tanpa ”Air"
Yakinlah padaku Cinta-ku,
Bahwa seluruh Kerajaan Bumi ini tak lebih berarti dari sebutir gandum,
Mari kita bangun Kerajaan Tersembunyi ! Kerajaan kita yang sejati,
Mari kita bangun sejatinya Peradaban
Dan sungguh !
Bukankah harapanmu ingin menyumbangkan “sedikit saja” sesuatu yang berarti dalam hidup ini ?
Mari Cinta, kita wujudkan mimpimu, mimpiku dan mimpi-mimpi mereka.
Cinta,
Pernahkah dikau rasakan,
Sejuknya angin fajar membelai lembut wajahmu ?
Yakinlah padaku,
Itulah hembusan nafas cinta dan kerinduanku padamu,
Cinta,
Kumohon padamu sekali lagi,
Bukalah dan tajamkan mata hatimu,
Sungguh aku tak kan pernah bosan menunggu,
Karenamu aku tlah belajar tuk lampaui ruang dan waktu.
Cinta,
Mohon tatap lekat-lekat kedua bola mataku,
Dengar dan rasakan degup dan gemuruh jantungku,
Eja-lah setiap huruf yang meluap dari kedalaman samudera hatiku,
Bacalah setiap kata yang jatuh satu-per-satu di bibirku.
Duhai Cinta-ku,
Duhai Cahaya mata-ku,
Mohon tatap lekat-lekat kata-kata ini dengan kejernihan dan keindahan matamu,
Asal mula adalah Salju, sebelum tercipta Waktu,
Ingatkah engkau ?
Sungguh aku sepenuhnya sadar bahwa aku tengah bermimpi !
Engkaulah ”Salju” itu dan akulah ”Waktu” yang merangkak letih di permukaan Bumi,
Inilah sejatinya dongeng yang pernah dituliskan-nya untuk kita.
Ingatkah engkau ?
Dan sungguh ! kukatakan padanya,
Aku tak ingin ini hanya sekedar kenanaran mimpi !
Bersama Dia dan bersamamu,
Dengan cinta Dia dan dengan cinta kita kepada Dia,
Aku yakin kita mampu mewujudkannya di Bumi ini,
Tentunya, semua itu hanya akan mewujud dengan kuasa, kehendak, perkenan, serta ridha-Nya.
Mohon mengertilah..., mohon percayalah...,
Kumohon padamu Cinta-ku,
Sebelum semua cerita kehidupan ini usai,
Sebelum semua tirai sandiwara kehidupan ini disingkapkan,
Sebelum semua epos kehidupan ini diakhiri,
Mari kita sempurnakan semua itu,
Agar dunia bersama kita dapat belajar untuk mengetahui,
Bahwa semua adalah satu !
Agar dunia bersama kita mau menyadari,
Bahwa ketulusan dan kesederhanaan Cinta di atas segalanya !
Cinta,
Pesanku terakhir padamu,
Mohon baca, lihat, dengar dan mengertilah,
Belajarlah untuk memahami bahwa tidak ada istilah ”kebetulan” dalam hidup ini,
Semua tanda, semua huruf, semua puisi, semua nada, semua lagu, semua drama, semua film dan semua yang mengada kini tertuju hanya padamu.
Akulah Angin dan Engkaulah Api !
Cinta,
Jika benar engkaulah ”ikan” yang selama ini ku cari,
Maka engkau akan mengetahui, akulah ”samudera” yang senantiasa kau nanti.
Cinta,
Dimana pun jua engkau berada,
Sungguh telah kukirimkan semua tanda dan pesanku padamu,
Akulah tapak Sang Waktu yang berjalan mengitari wajah Bumi,
Akulah Waktu yang terduduk bersimpuh di antara subuh dan kilat senja,
Akulah Waktu yang berharap sebelum kebinasaan mutlak,
Salju kan turun kembali menghapus segala rupa,
Akulah pasir yang berbisik lirih padamu,
Bahwa mutiara terpendam harus segera diungkapkan,
Marilah, Oh duhai separuh jiwa-ku,
Kita sempurnakan semua puisi, semua syair, semua lagu, semua cerpen, semua drama, semua dongeng, semua sandiwara, semua film, semua buku, semua kitab, semua filsafat, semua agama, serta semua evolusi di muka Bumi ini.
Cinta,
Melalui wujud penyatuan kita ini.
Mari kita satukan dua kepingan cermin yang tlah lama terpisah,
Mari secara perlahan kita kilapkan cermin Bumi ini,
Agar wajah Rembulan kembali memantulkan cahya Matahari,
Yakinlah, bayangannya kan menyibak kegelapan yang menyelimuti Bumi,
Mari, mari Cinta-ku,
Mari kita sama-sama belajar untuk memahami seuntai kata rahasia,
Tiada daya dan upaya, kecuali dari dan milik Dia,
Mari kita sama-sama belajar untuk menyadari sebait puisi murni,
Sesungguhnya kita berasal dari-Dia dan akan kembali pada-Dia,
Meskipun sungguh sedikitpun kita tak punya kuasa,
Namun dengan kehendak, kuasa, ridha, serta perkenan-Nya,
Melalui, di dalam, dan bersama-Nya,
Secara perlahan mari kita sama-sama belajar berlayar dan berusaha menyelami samudera kehidupan,
Semoga akhirnya keberuntungan membawa kita pada Mutiara Yang Terpendam.
Cinta...,
Demi Dia, Dzat Yang Membelah batu hingga menetes air mata Cinta,
Aku datang bersimpuh memohon padamu dengan hati berlumur darah Cinta,
Kupinang engkau,
Atas dasar kecintaanku pada Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, kefakiranku dihadapan Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, kebodohanku dihadapan Dia.
Kupinang engkau,
Dengan mahar, sebuah ”Cincin Sulaiman” tanda bulat dan utuhnya keyakinan-ku,
Bahwa engkaulah pasangan sayap jiwa dan ruh-ku yang sejati,
Sungguh ! sulit bagiku tuk sampai pada ketinggian dan keagungan kursi-Mu hanya dengan satu sayap,
Dan jika engkau sudi untuk bermurah hati tuk menjadi istriku nanti,
Maka aku akan senantiasa memohon padamu Cinta,
Singkapkan kain kebaya yang menutupi ”betis” putih indahmu itu !
Dan jangan kau hiraukau jika aku terkapar pingsan beribu-ribu tahun karenanya !
Cinta,
Saatnya kututup puisi ini,
Dan kuajak engkau bersamaku bersimpuh dan memohon pada-Nya,
Dia Yang Maha Esa,
Dia Yang Maha Pecinta di atas semua pecinta,
Dia Yang Maha Lembut di atas semua yang lembut,
Dia Yang Maha Menyatukan segala yang terserak,
Semoga kiranya kehendak, kuasa, ridha dan cinta-Nya luruh dalam puisi pinangan ini.
Dan, dengan perkenan-Mu,
Kupintakan angin senja dengan lembut untuk menyampaikan pinangan ini padamu,
Dengan untaian kata,
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantaramu.
Dan orang-orang yang tidak mampu menjaga dirinya.
Sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Cinta,
Kutunggu, dan sungguh akan selalu kutunggu jawabmu,
Sebagaimana seluruh seisi semesta alam pun senantiasa setia menunggumu.
Dan sudah selayaknya kita sepenuhnya yakin, bahwa Matahari tak kan pernah ingkar janji.Amin ya Rabbal a’lamin.
Minggu, 19 September 2010
Ukhti....
Duhai ukhti, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu ..
Maka dengarkanlah ..
Ukhti, saat ku jatuh cinta,
Tak akan ku berucap ..
Tak akan ku berkata ..
Namun ku hanya diam ..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan ..
Tak akan ku menggoreskan ..
Yang ku lakukan hanyalah diam ..
Aku tahu ..
Cinta adalah fitrah, sebuah penghargaan tak terperih ..
Karena cinta adalah kehidupan ..
Karena cinta adalah cahaya ..
Aku tahu ..
Hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita ..
Namun ..
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn tenang ..
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dgn begitu banyak warna ..
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang mbuat mu menderita ..
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula ..
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir ..
Cinta adalah perangkap rasa ..
Sekali kau salah terjadi ..
Maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita ..
Maka ukhti,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu ..
Dan melaluinya dengan tenang ..
Maka mencintailah dalam hening ..
Dalam diam ..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari ..
Namun juga, jangan kau berlebihan dalam mencintai ..
Jangan kau umbar rasamu ..
Jangan kau serahkan segala sukamu ..
Cobalah merenung sejenak dan pikirkan dgn tenang ..
Kita percaya takdir, bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas ..
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yang mengaturnya ..
Dan yakinlah di tangan-Nya semua yang baik-baik saja ..
Cobalah renungkan ..
Dia yang kau cintai, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu ..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan kau tangisi ketika malam ..
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Ukhti,
Kita tak tahu dan tak akan pernah tahu ..
Hingga saatnya tiba ..
Maka ..
Ku ingatkan padamu, tidakkah malu jika smua rasa telah kau umbar ..
Namun ternyata kelak bukan kau yang dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Ukhti,
Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar ..
Begitu mulia untuk ditumpahkan ..
Dan Sadarilah ukhti ..
Fitrahmu wanita pemalu ..
Dan kau indah karena sifat malumu ..
Lalu,
Masihkah kau tampak indah jika rasa malu itu telah disangkal?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap ..
Duhai ukhti
Jadikan malu sebagai selendangmu ..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan ..
Dalam jeruji kesetiaan ..
Yah .. Kesetiaan padanya yang telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Luh al-Mahfuz ..
Jauh sebelum bumi dan langit diciptakan ..
Maka cintailah dalam hening ..
Agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukkmu ..
Maka cukupalah Allah dan kau yang tahu segala rasamu ..
Agar kesucianmu tetap terjaga ..
Agar keanggunanmu tetap terbias ..
Maka ku beritahukan padamu ..
Pegang kendali hatimu, jangan kau lepaskan ..
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu ..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan ..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan ..
Ukhti..
Yang kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya ..
Maka peganglah kendali hatimu ..
Lalu, arahkan pada-Nya ..
Dan cintailah dlm diam ..
Dalam hening ..
Itu jauh lebih baik ..
Jauh lebih suci...
Senin, 13 September 2010
Satukan kami...
Di setiap sholat malamku,disetiap ibadah dan sujudku,
Disetiap langkahku,selalu berdoa memohon dimudahkan jalan untuk menuju penyempurnaan ibadah yang tertinggi,,
Rabb,Bila dia memang tercipta untukku maka pertemukan kami nanti,Jika dia yang terbaik untuk kehidupan dunia akhiratku
Jika dia jodohku, belahan jiwaku
Maka aku mohon dengan sangat Rabb,sabarkanlah ia, mudahkan jalannya,hingga satu saat kelak’
Persatukan kami dalam ikatan yang suci,Ikatan mitsaqon ghalizha, pada-Mu ya Rabb yang Maha Bijaksana hamba meminta
Disetiap langkahku,selalu berdoa memohon dimudahkan jalan untuk menuju penyempurnaan ibadah yang tertinggi,,
Rabb,Bila dia memang tercipta untukku maka pertemukan kami nanti,Jika dia yang terbaik untuk kehidupan dunia akhiratku
permudahkanlah, Jika dia yang tertulis di Lauhul Mahfuz
Jika dia jodohku, belahan jiwaku
Maka aku mohon dengan sangat Rabb,sabarkanlah ia, mudahkan jalannya,hingga satu saat kelak’
Persatukan kami dalam ikatan yang suci,Ikatan mitsaqon ghalizha, pada-Mu ya Rabb yang Maha Bijaksana hamba meminta
Minggu, 29 Agustus 2010
Tentang Cinta
Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…
Bumi menjawab:“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan
Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”
Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”
Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu
Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”
Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”
Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”
Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”
CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”
“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”
“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”
“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”
Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”
Sambil berlalu CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”
Aku pun Berteriak, “Wahai Kau Sang Maha Cinta, terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”
Langganan:
Postingan (Atom)






