Sabtu, 25 September 2010

Dik..

Semoga nanti ada ukhuwah yang lebih baik, setelah terbangun dari sebuah singgasana pelaminan yang megah itu, setelah arak-arakan penuh senyum ceria menemani perjalanan kita, ucapan selamat yang tidak berhenti silih berganti, semua dalam hitungan jam, kemudian berganti hari, kemudia usai. tertinggal kita, kita yang akan mengarungi bahtera baru dalam lautan luas membentang didepan kita, ada banyak karang disana, ombak yang tinggi pun akan selalu kita temui dalam perjalan kita menuju Cinta-Nya

Dik,

Sebelum semua itu, kamu harus tau, bahwa mas hanyalah manusia biasa, hanya punya langit untuk tempat mas berlindung, hanya ada sepasang kaki untuk mas berjalan, mas hanya punya sepasang tangan untuk menengadah meminta sesuatu dari sang pemilik hidup ini, tiap harinya mas hanya berjalan kaki untuk mengais sedikit rejeki yang Allah berikan untuk mas, peluh keringat pun selalu muncul sampai kemudia kering, mas belum punya kereta kencana untuk selalu membawamu melangkah bangga ketidak berjalan disamping mas, mas pun tidak punya sesuatu atap yang megah, alas istirahatmu yang penuh kenyamanan, hanya angin alam yang mas punya untuk menyejukanmu.

bukan apa-apa, tapi mas pengin kamu tau, agar engkau pun bersyukur, seperti syukur yang mas punya sekarang, mas hanyalah ingin jadi pria akhir zaman dihatimu bersama punya cita-cita membangun keturunan yang insyaAllah sholeh, aku hanya ingin jadi pelindungmu, dimana engkaulah yang akan jadi penghuni hatiku, kamu adalah navigator dikapalku, mas hanya ingin ketika mas jadi raja maka adik adalah orang pertama yang menikmati anggur singgasanaku bersama belajar adanya iman & tawa dikeluarga kita, dalam meniti sabar dan syukur.

Kebahagiaan itu semoga terus mengalir sampai nanti kita dipertemukan kembali dalam indahnya syurganya Allah, disana engkaulah bidadariku, berkumpul kembali dengan semua orang yang kita cintai, semoga engkau benar yang dituliskan Allah di lauhmahfud-Nya, sebagai bagian dari tulang rusuk mas.

Mas tidak bisa menuntut kamu untuk jadi siti khadijah, yang begitu setia dan pandai menjaga sampai akhir khayatnya, bukan pula siti hajar yang begitu setia ketika sengsara menimpanya, mas hanya ingin adiksebagai seorang wanita akhir jaman dihidup mas, yang terus berusaha menjadi istri yang sholekha

semoga kita jadi keluarga yang pandai bersyukur, karena disaat hati kiba bisa bersama untuk senantiasa sabar dan ikhlas terhadap sesuatu, ada rasa sykur yang mengalir disana, disaat itu pulalah kebahagian akan selalu mengair untuk kita

jJngan pernah menyerah dik…Janji Allah selalu pasti, sudah di tuliskan dalam qadha dan qhadarnya Allah, Cinta kita nanti adalah cinta untuk bersama berma’rifat, bermahabbah untuk membuktikan diri bahwa kita benar-benar hanya mencintai-Nya.

untukmu adikku(siapapun dia)…dipenantian yang takan pernah berarti sia-sia. nanti aku pasti menjemputmu bidadariku